Eskalasi konflik agraria di Indonesia semakin memperoleh perhatian publik seiring dengan masifnya pemberitaan media digital, khususnya terkait sengketa lahan yang melibatkan Proyek Strategis Nasional. Media digital tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai arena pembentukan makna melalui proses pembingkaian (framing) yang memengaruhi persepsi publik terhadap konflik agraria. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana media digital membingkai konflik agraria dalam sengketa lahan Proyek Strategis Nasional serta implikasinya terhadap eskalasi konflik di ruang digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis framing terhadap berita-berita media daring yang dipilih secara purposif. Analisis difokuskan pada pemilihan isu, penonjolan aktor, penafsiran sebab konflik, serta rekomendasi penyelesaian yang ditampilkan dalam teks berita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media cenderung membingkai konflik agraria melalui narasi pertentangan antara kepentingan pembangunan negara dan hak masyarakat lokal, dengan penekanan pada aspek konflik, ketegangan, dan kontroversi. Pembingkaian tersebut berkontribusi pada intensifikasi diskursus konflik di ruang digital dan memperkuat polarisasi opini publik. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa framing media memiliki peran signifikan dalam membentuk eskalasi konflik agraria di ruang digital, sehingga diperlukan praktik jurnalisme yang lebih sensitif terhadap konteks sosial dan keadilan agraria dalam peliputan Proyek Strategis Nasional.
Copyrights © 2025