Stunting masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat utama di Indonesia, khususnya di wilayah yang ditetapkan sebagai daerah prioritas intervensi. Kabupaten Jember, termasuk Kecamatan Kalisat, terus menghadapi beban stunting yang tinggi disertai keterbatasan akses dan pemanfaatan layanan kesehatan primer, terutama konseling gizi. Rendahnya keterlibatan dalam layanan kesehatan preventif dan promotif diakui sebagai faktor yang berkontribusi terhadap gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konseling gizi dan kepemilikan jaminan kesehatan terhadap kejadian stunting pada balita di Kecamatan Kalisat. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan kasus–kontrol, melibatkan balita yang diklasifikasikan ke dalam kelompok stunting dan tidak stunting. Analisis data dilakukan menggunakan regresi logistik untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pendidikan ibu dan paparan terhadap konseling gizi merupakan determinan utama kejadian stunting pada balita, sedangkan kepemilikan jaminan kesehatan tidak menunjukkan hubungan langsung. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan pendidikan ibu serta peningkatan jangkauan dan kualitas layanan konseling gizi di tingkat pelayanan kesehatan primer sebagai strategi kunci dalam upaya penurunan stunting di wilayah berisiko tinggi.
Copyrights © 2025