Paulus Chem Engineering Journal
Vol 2 No 1 (2024): Vol.2 No.1 Februari 2024 Paulus Chem Engineering Journal

Pemisahan dan Identifikasi Komponen Bioaktif Alkaloid dan Flavonoid pada Biji Kakao dari Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah Melalui Studi Spektrofotometri UV dan KL

Sepriyana Marisa (Universitas Kristen Indonesia Paulus Makassar)
Neitania Gabriella.T Sule (Universitas Kristen Indonesia Paulus Makassar)
Lyse Bulo (Universitas Kristen Indonesia Paulus Makassar)
Rosalia Sira Sarungallo (Universitas Kristen Indonesia Paulus Makassar)
Lydia Melawaty (Universitas Kristen Indonesia Paulus Makassar)



Article Info

Publish Date
20 Jun 2024

Abstract

Biji kakao mengandung beberapa senyawa yang bermanfaat bagi kesehatan antara lain: polifenol, flavonoid, alkaloid, mineral, dan protein. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi, mengidentifikasi, dan mengkarakterisasi kandungan alkaloid dan flavonoid pada biji kakao dari Sulawesi Selatan (Tondon) dan Sulawesi Tengah (Morowali). Isolasi dilakukan menggunakan metode maserasi dengan pengadukan. Identifikasi dilakukan dengan uji warna dan spektrofotometri UV. Karakterisasi isolat alkaloid dan flavonoid dilakukan dengan berbagai pereaksi warna dan uji KLT menggunakan berbagai pengelusi. Hasil isolasi biji kakao memberikan larutan berwarna merah tua untuk alkaloid dan merah untuk flavonoid. Identifikasi dengan pereaksi pewarna Lugol untuk alkaloid menghasilkan larutan berwarna coklat, sementara untuk flavonoid menghasilkan larutan berwarna ungu dengan pereaksi FeCl3. Hal ini menunjukkan bahwa isolat biji kakao dari Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah mengandung alkaloid dan flavonoid. Pengujian spektrofotometri UV menunjukkan panjang gelombang maksimum untuk isolat alkaloid biji kakao Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah, berturut-turut: 280 nm, abs 1,009; 277 nm, abs 0,0695. Untuk isolat flavonoid biji kakao Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah, berturut-turut: 274 nm, abs 1,251; 274 nm, abs 1,152. Uji KLT dengan fase diam silika gel GF254 memberikan pemisahan terbaik dalam sistem pelarut etil asetat-metanol (4:1), menghasilkan bercak berwarna coklat dengan pereaksi pewarna Lugol dengan nilai Rf 0,727 dan 0,745 untuk alkaloid biji kakao dari Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah. Sistem pelarut kloroform-metanol (9:1) menghasilkan bercak berwarna ungu dengan pereaksi pewarna FeCl3 dengan nilai Rf 0,200 dan 0,181 untuk alkaloid biji kakao dari Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah.

Copyrights © 2024






Journal Info

Abbrev

pcj

Publisher

Subject

Description

Paulus Chem Engineering Journal merupakan jurnal ilmiah yang mempublikasikan hasil penelitian, kajian ilmiah, dan inovasi di bidang Teknik Kimia serta bidang rekayasa terapan yang terkait. Jurnal ini bertujuan untuk menjadi wadah diseminasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkontribusi pada ...