Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PRODUKSI COKELAT PADAT DARI BIJI KAKAO DAERAH SIKKA (NTT) MENGGUNAKAN ALGINAT SEBAGAI PENGEMULSI Fransiskus Fransiskus; Rosalia Sira Sarungallo; Lyse Bulo
Prosiding Seminar Nasional Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 1 (2018): Prosiding Seminar Nasional Pertama Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Tekno
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Research Indonesia (YAPRI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.32 KB)

Abstract

Cokelat merupakan bahan olahan makanan atau minuman dari biji kakao. Cokelat banyak dikonsumsi oleh masyarakat diseluruh dunia, baik dari anak-anak, remaja, maupun orang dewasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan variasi alginat 0,1 gram, 0,2 gram, 0,3 gram, 0,4 gram, 0,5 gram pada organoleptik dari produk cokelat padat yang berasal dari biji kakao Sikka (NTT). Percobaan ini dilakukan dengan cara : penyangraian biji kakao yang sudah kering, dilanjutkan dengan penggilingan dan pencampuran komposisi serta penambahan alginat pembuatan cokelat padat. Dari hasil penelitian ini dan pengujian organoleptik diperoleh bahwa untuk produk cokelat dari biji kakao SIKKA (NTT) penambahan alginat 0,4 gram dan 0,5 gram banyak diminati oleh para panelis.
Pemisahan dan Identifikasi Komponen Bioaktif Alkaloid dan Flavonoid pada Biji Kakao dari Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah Melalui Studi Spektrofotometri UV dan KL Sepriyana Marisa; Neitania Gabriella.T Sule; Lyse Bulo; Rosalia Sira Sarungallo; Lydia Melawaty
Paulus Chem Engineering Journal Vol 2 No 1 (2024): Vol.2 No.1 Februari 2024 Paulus Chem Engineering Journal
Publisher : Prodi Teknik Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63365/bbh22h26

Abstract

Biji kakao mengandung beberapa senyawa yang bermanfaat bagi kesehatan antara lain: polifenol, flavonoid, alkaloid, mineral, dan protein. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi, mengidentifikasi, dan mengkarakterisasi kandungan alkaloid dan flavonoid pada biji kakao dari Sulawesi Selatan (Tondon) dan Sulawesi Tengah (Morowali). Isolasi dilakukan menggunakan metode maserasi dengan pengadukan. Identifikasi dilakukan dengan uji warna dan spektrofotometri UV. Karakterisasi isolat alkaloid dan flavonoid dilakukan dengan berbagai pereaksi warna dan uji KLT menggunakan berbagai pengelusi. Hasil isolasi biji kakao memberikan larutan berwarna merah tua untuk alkaloid dan merah untuk flavonoid. Identifikasi dengan pereaksi pewarna Lugol untuk alkaloid menghasilkan larutan berwarna coklat, sementara untuk flavonoid menghasilkan larutan berwarna ungu dengan pereaksi FeCl3. Hal ini menunjukkan bahwa isolat biji kakao dari Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah mengandung alkaloid dan flavonoid. Pengujian spektrofotometri UV menunjukkan panjang gelombang maksimum untuk isolat alkaloid biji kakao Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah, berturut-turut: 280 nm, abs 1,009; 277 nm, abs 0,0695. Untuk isolat flavonoid biji kakao Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah, berturut-turut: 274 nm, abs 1,251; 274 nm, abs 1,152. Uji KLT dengan fase diam silika gel GF254 memberikan pemisahan terbaik dalam sistem pelarut etil asetat-metanol (4:1), menghasilkan bercak berwarna coklat dengan pereaksi pewarna Lugol dengan nilai Rf 0,727 dan 0,745 untuk alkaloid biji kakao dari Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah. Sistem pelarut kloroform-metanol (9:1) menghasilkan bercak berwarna ungu dengan pereaksi pewarna FeCl3 dengan nilai Rf 0,200 dan 0,181 untuk alkaloid biji kakao dari Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah.