Ketidaktahuan mengenai kesehatan reproduksi di kalangan remaja Indonesia sering kali dipicu oleh stigma sosial dan terbatasnya akses informasi yang akurat. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur efektivitas optimalisasi media digital dalam meningkatkan pengetahuan kesehatan reproduksi pada remaja putri di wilayah rural. Menggunakan kerangka kerja Social Cognitive Theory (SCT), intervensi dilakukan terhadap siswi kelas 7-12 di Desa Tanjung Lanjut melalui platform WhatsApp dan flipbook digital interaktif. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan skor pengetahuan yang signifikan, dengan nilai rata-rata Normalized Gain (N-Gain) di atas 0,7 (kategori tinggi). Media digital terbukti efektif sebagai zona nyaman bagi remaja untuk mengeksplorasi isu sensitif secara mandiri dan privat. Penelitian menyimpulkan bahwa adaptasi teknologi dalam promosi kesehatan mampu meruntuhkan hambatan psikologis dan mempersempit kesenjangan literasi kesehatan di pedesaan.
Copyrights © 2025