Masyarakat di wilayah lingkar tambang sering kali menghadapi tantangan manajemen keuangan akibat fenomena "pendapatan instan" yang memicu perilaku konsumtif dan ketergantungan pada sektor ekstraktif yang fluktuatif. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mentransformasi pola pikir masyarakat di Kabupaten Konawe Utara dari orientasi konsumsi menjadi investasi melalui model edukasi dan pendampingan partisipatif. Menggunakan metode Asset-Based Community Development (ABCD), program ini melibatkan tahapan asesmen, edukasi perencanaan keuangan, dan pendampingan praktis pembukuan serta investasi. Hasil evaluasi menunjukkan lonjakan signifikan pada skor rata-rata literasi keuangan dari 42,5% menjadi 88,2%. Selain peningkatan pengetahuan, program ini berhasil memicu perubahan perilaku nyata, seperti pembukaan 45 akun tabungan berjangka dan digitalisasi UMKM melalui QRIS. Integrasi teori behavioral finance dengan kearifan lokal terbukti efektif mereduksi gaya hidup hedonisme dan membangun kemandirian ekonomi masyarakat melalui pembentukan kelompok "Sadar Keuangan".
Copyrights © 2025