Kepemimpinan pesantren tidak hanya menuntut kemampuan manajerial, tetapi juga integritas spiritual dan karakter yang kuat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi kepemimpinan spiritual dan dimensi kepribadian Big Five—yakni neuroticism, extraversion, openness, agreeableness, dan conscientiousness—dalam kepemimpinan Kiai Fawaid As’ad (1968–2012) di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Situbondo, serta relevansinya dalam konteks pendidikan dan politik lokal. Menggunakan pendekatan kualitatif etnografi-hermeneutika, data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumen. Temuan menunjukkan bahwa Kiai Fawaid memadukan nilai spiritual dengan karakter kepribadian seperti stabilitas emosi, kesadaran tinggi, dan keterbukaan, yang memperkuat daya tarik kepemimpinannya. Pendekatan at-tawazun menyoroti keseimbangan antara emosi, spiritualitas, dan rasionalitas dalam strategi dakwahnya, termasuk inovasi melalui grup musik Al-Badar. Diskusi hasil menunjukkan bahwa kepribadian extraversion dan conscientiousness mendukung perluasan jaringan sosial dan efektivitas pengambilan keputusan berbasis nilai. Konsep khidmah menjadi inti etika kepemimpinan. Penelitian ini menawarkan model kepemimpinan nilai yang etis, berkarakter, dan relevan bagi perubahan sosial berkelanjutan.
Copyrights © 2025