Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kolaborasi pentahelix dalam mewujudkan Desa Digital di Provinsi Jawa Barat. Pertanyaan akhir adalah, apakah penggunaan kolaborasi pentahelix telah menjadi suatu solusi atau justru memunculkan tantangan baru bagi pelaksanaan Desa Digital? Pendekatan pentahelix merupakan pendekatan kolaboratif yang mengelaborasikan antara lima unsur: akademisi, pemerintah, media, pelaku bisnis, serta komunitas. Penelitian ini termasuk ke dalam jenis penelitian kualitatif, yang di mana menggunakan pendekatan sebab akibat objek penelitian. Pengumpulan data dilakukan melalui tahapan wawancara yang terdapat dalam Focus Group Discussion (FGD) dengan pihak Diskominfo Provinsi Jawa Barat, dan melalui kajian kepustakaan dari literatur-literatur terkait dengan judul maupun pembahasan penelitian. Lebih lanjut dalam menyusun dan menguraikan pembahasan peneliti, kami menggunakan metode deskriptif analitis. Sehingga, terdapat temuan penting yaitu: 1). kolaborasi pentahelix telah membawa dua sisi dampak, yaitu sebagai solusi strategis dan juga sumber tantangan baru. 2). Sebagai solusi, kolaborasi pentahelix telah mampu menjadi slusi untuk pemberdayaan desa, penyebarluasan fasilitas internet, dan membangun desa digital yang berkelanjutan. 3). Sebagai suatu tantangan, penerapan kolaborasi pentahelix berpotensi memunculkan: koordinasi yang tidak sinkron, keterbatasan komitmen jangka panjang, keterbatasan pelibatan akademisi, keterbatasan ketersediaahn pegiat vterlatih TIK, dan penyebaran informasi yang tidak merata.
Copyrights © 2024