Sejauh ini dinamika kajian Al-Qur’an lebih banyak berfokus pada bidang tafsir dan terjemahan dibandingkan dengan cabang kajian lainnya seperti ilmu tajwid. Padahal ilmu tajwid juga mulai mengalami proses vernakularisasi sebagaimana yang telah terjadi pada tradisi tafsir dan terjemahan Al-Qur’an. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji aspek lokalitas dalam kitab Penjelasan Miftāḥ al-Murīd li Fatḥ Bāb al-Tajwīd Karya K.H. Ahmad Makki (W. 2022 M). Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis isi (content analysis). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat tiga aspek lokalitas yang terdapat dalam kitab Penjelasan Miftāḥ al-Murīd li Fatḥ Bāb al-Tajwīd Karya K.H. Ahmad Makki yaitu pertama, lokalitas dalam penulisan dengan menggunakan aksara pegon; kedua, lokalitas dalam komunikasi dengan menggunakan bahasa sunda; dan ketiga, lokalitas dalam makna dengan menyampaikan kritik sosial terhadap praktik shalat tarawih yang dilakukan secara tergesa-gesa tanpa memperhatikan rukun ṭuma’nīnah dalam shalat. Penelitian ini secara implisit merekonstruksi fungsi kitab tajwid bukan hanya sebagai pedoman membaca Al-Qur’an, tetapi juga sebagai media transmisi nilai, budaya, dan kritik sosial terhadap masyarakat. Studi ini berkontribusi pada pengembangan studi Al-Qur'an dengan memperluas cakupan vernakularisasi di luar tafsir dan terjemahan ke bidang tajwid.
Copyrights © 2026