Latar Belakang: Minimnya representasi komunitas lokal dalam media arus utama, terutama di wilayah seperti Kabupaten Pangandaran, mendorong kebutuhan akan ruang komunikasi alternatif yang mampu mengartikulasikan identitas, ekspresi sosial, dan partisipasi warga secara lebih inklusif. Instagram, sebagai media sosial berbasis visual, telah menjadi media yang potensial dalam menjembatani kesenjangan tersebut. Dalam konteks digital saat ini, keberadaan media sosial memberikan kesempatan bagi komunitas untuk membangun narasi sendiri yang lebih relevan dengan realitas sosial dan budaya setempat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran akun Instagram @berandapangandaran sebagai media komunikasi komunitas yang mencerminkan dinamika sosial dan budaya warga Pangandaran, serta menggambarkan bagaimana praktik komunikasi digital dapat memperkuat partisipasi dan representasi lokal. Metode: Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa studi literatur dan dokumentasi konten media sosial. Fokus penulisan diarahkan pada analisis narasi visual, bentuk interaksi digital, serta praktik komunikasi komunitas yang ditampilkan melalui unggahan, caption, dan interaksi di akun Instagram @berandapangandaran selama penelitian. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa akun ini tidak hanya berfungsi sebagai saluran informasi lokal, tetapi juga sebagai ruang representasi identitas kolektif, wadah ekspresi kultural, serta sarana advokasi dan pemberdayaan komunitas. Melalui praktik budaya partisipatif berbasis afiliasi, ekspresi, dan kolaborasi digital, akun ini membentuk ekosistem komunikasi yang responsif, inklusif, dan dinamis. Akun ini juga memperlihatkan kontribusi nyata dalam promosi UMKM lokal, penguatan solidaritas sosial, serta penyebaran isu-isu penting yang menyentuh berbagai lapisan masyarakat, termasuk kelompok marginal. Dengan demikian, @berandapangandaran dapat dipahami sebagai representasi praktik komunikasi komunitas digital yang transformatif dan berdaya di tingkat lokal.
Copyrights © 2025