Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMBERDAYAAN KELOMPOK PENGOLAH DAN PEMASAR HASIL PERIKANAN UNTUK PENGUATAN INDUSTRI PARAWISATA DI PANGANDARAN: - Setiaman, Agus; Nurrakhman, Raden Fachry; Rahman, Azizul
KABUYUTAN Vol 4 No 3 (2025): Kabuyutan, Nopember 2025
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/kabuyutan.v4i3.388

Abstract

Abstrak Poklahsar dapat memainkan peran penting dalam mendukung sektor industry pariwisata di Pangandaran melalui penyediaan produk kuliner khas Pangandaran yang menjadi bagian yang tak terpisahkan dari pengalaman wisata. Produk seperti kerupuk ikan, jambal roti, abon ikan, hingga terasi khas Pangandaran merupakan ikon yang memperkuat daya tarik sebuah destinasi wisata. Keberadaan produk lokal yang unik merupakan elemen penting dalam pariwisata berbasis komunitas karena mampu memperkuat identitas daerah sekaligus mendistribusikan manfaat ekonomi secara langsung ke masyarakat lokal. Keberhasilan Poklahsar dapat dijadikan model replikasi bagi wilayah pesisir lainnya di Indonesia. Tak kalah penting, perlu dibangun pola kemitraan strategis antara Poklahsar dan pelaku industri pariwisata, seperti hotel, restoran, pusat oleh-oleh, serta biro perjalanan. Kolaborasi ini tidak hanya memperluas distribusi produk Poklahsar, tetapi juga memperkuat keterkaitan antara sektor ekonomi lokal dan sektor pariwisata secara langsung.
Instagram sebagai media komunikasi komunitas: Studi deskriptif akun @berandapangandaran Nurrakhman, Raden Fachry
Comdent: Communication Student Journal Vol 3, No 2 (2025): November 2025 - April 2026
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/comdent.v3i2.65393

Abstract

Latar Belakang: Minimnya representasi komunitas lokal dalam media arus utama, terutama di wilayah seperti Kabupaten Pangandaran, mendorong kebutuhan akan ruang komunikasi alternatif yang mampu mengartikulasikan identitas, ekspresi sosial, dan partisipasi warga secara lebih inklusif. Instagram, sebagai media sosial berbasis visual, telah menjadi media yang potensial dalam menjembatani kesenjangan tersebut. Dalam konteks digital saat ini, keberadaan media sosial memberikan kesempatan bagi komunitas untuk membangun narasi sendiri yang lebih relevan dengan realitas sosial dan budaya  setempat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran akun Instagram @berandapangandaran sebagai media komunikasi komunitas yang mencerminkan dinamika sosial dan budaya warga Pangandaran, serta menggambarkan bagaimana praktik komunikasi digital dapat memperkuat partisipasi dan representasi lokal. Metode: Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa studi literatur dan dokumentasi konten media sosial. Fokus penulisan diarahkan pada analisis narasi visual, bentuk interaksi digital, serta praktik komunikasi komunitas yang ditampilkan melalui unggahan, caption, dan interaksi di akun Instagram @berandapangandaran selama penelitian. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa akun ini tidak hanya berfungsi sebagai saluran informasi lokal, tetapi juga sebagai ruang representasi identitas kolektif, wadah ekspresi kultural, serta sarana advokasi dan pemberdayaan komunitas. Melalui praktik budaya partisipatif berbasis afiliasi, ekspresi, dan kolaborasi digital, akun ini membentuk ekosistem komunikasi yang responsif, inklusif, dan dinamis. Akun ini juga memperlihatkan kontribusi nyata dalam promosi UMKM lokal, penguatan solidaritas sosial, serta penyebaran isu-isu penting yang menyentuh berbagai lapisan masyarakat, termasuk kelompok marginal. Dengan demikian, @berandapangandaran dapat dipahami sebagai representasi praktik komunikasi komunitas digital yang transformatif dan berdaya di tingkat lokal.