Kegiatan pemberdayaan masyarakat pesisir, khususnya nelayan Suku Bajo, menjadi salah satu fokus utama dalam implementasi hilirisasi produk inovasi perguruan tinggi. Penelitian dan kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas nelayan Suku Bajo di Desa Torobulu, Kecamatan Laeya, Kabupaten Konawe Selatan, melalui penerapan teknologi Underwater Fish Lamp Plus (UFL+). Teknologi ini merupakan hasil riset dan pengembangan berbasis integrasi sistem pencahayaan bawah air dengan sensor data oseanografi secara real-time. Pendekatan yang digunakan meliputi pendekatan partisipatif dan kolaboratif (Participatory Community Empowerment Approach) yang menempatkan nelayan sebagai subjek utama (co-creator) dalam setiap tahapan kegiatan melalui pelatihan. Hasil post-test menunjukkan nelayan mampu menjelaskan fungsi komponen sistem, memahami hubungan antara cahaya dan perilaku ikan, serta melakukan perawatan alat secara mandiri. Hal ini menandakan keberhasilan transfer teknologi yang bersifat aplikatif dan kontekstual dengan budaya maritim Suku Bajo. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan nelayan terhadap teknologi perikanan modern, peningkatan efisiensi operasional penangkapan ikan, serta penguatan jejaring kolaborasi antara universitas, pemerintah daerah, dan masyarakat nelayan.
Copyrights © 2026