Program peningkatan literasi kesehatan di sekolah dasar diperlukan untuk membekali siswa dengan pengetahuan dan keterampilan dasar terkait penggunaan obat yang benar sejak dini. Rendahnya pemahaman tentang informasi DAGUSIBU dan prinsip Tanya 5O berpotensi menimbulkan penggunaan obat yang tidak rasional di lingkungan rumah. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi kesehatan siswa melalui edukasi interaktif berbasis Program Apoteker Cilik. Metode pelaksanaan meliputi pemberian pre-test, penyampaian materi terkait profesi apoteker, DAGUSIBU, dan Tanya 5O, praktik keterampilan dasar meracik obat, permainan edukatif, diskusi, serta post-test untuk menilai peningkatan pengetahuan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman siswa mengenai penggolongan obat, aturan pakai, penyimpanan, dan keamanan penggunaan obat. Nilai rata-rata post-test seluruh peserta berada di atas 80, menunjukkan efektivitas pendekatan edukatif dan partisipatif yang diterapkan. Siswa juga menunjukkan perubahan sikap, termasuk meningkatnya kewaspadaan terhadap penggunaan obat tanpa pendampingan dan kemampuan mengajukan pertanyaan berdasarkan konsep 5O sebelum menggunakan obat. Program ini terbukti meningkatkan literasi kesehatan siswa sekolah dasar dan mendorong keterlibatan aktif mereka dalam pembelajaran kesehatan. Kesimpulannya, Program Apoteker Cilik efektif sebagai model edukasi kesehatan di sekolah dasar untuk memperkuat pemahaman dan perilaku siswa terkait penggunaan obat yang aman dan bertanggung jawab.
Copyrights © 2026