Sektor pertanian berperan besar dalam menjaga ketersediaan pangan nasional, namun praktik penggunaan pestisida kimia yang tidak terkontrol telah menimbulkan berbagai dampak buruk terhadap kesehatan manusia serta keseimbangan ekosistem. Sebagai bentuk inovasi ramah lingkungan, biopestisida berbahan alami menjadi pilihan yang lebih aman dan berkelanjutan untuk menekan serangan hama tanpa mencemari lingkungan. Berdasarkan hal tersebut, Program Studi Analisis Kimia melaksanakan kegiatan sosialisasi dan pelatihan pembuatan biopestisida berbahan ekstrak daun sukun (Artocarpus Altilis) di Saung Kelompok Tani Dewasa (KTD) Lemah Duhur, Desa Wisata Mulyaharja, Kota Bogor, pada 25 Oktober 2025. Kegiatan diikuti oleh 15 petani anggota KTD dengan tujuan menumbuhkan kemandirian petani dalam memproduksi pestisida alami yang aman dan ekonomis. Kegiatan ini diawali dengan penyampaian materi mengenai dampak negatif pestisida sintetis, diikuti dengan diskusi manfaat biopestisida serta praktik pembuatan dan penggunaannya di lahan pertanian. Peserta menunjukkan antusiasme tinggi dan mengungkapkan keinginan untuk mengganti pestisida kimia dengan biopestisida daun sukun, yang mudah dibuat dari bahan lokal dan lebih hemat biaya. Pelatihan ini diharapkan mampu memperkuat penerapan pertanian berkelanjutan di Mulyaharja, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bahan kimia sintetis. Secara keseluruhan, kegiatan ini tidak hanya memberikan solusi praktis bagi pengendalian hama yang ramah lingkungan, tetapi juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin ke-12, yaitu konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.
Copyrights © 2026