Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sebagai penunjang pengobatan yang relatif murah dan mudah didapatkan. Terdapat lebih dari 9.600 spesies tanaman yang memiliki khasiat dalam kesehatan. Meski terdapat banyak jenis tanaman dengan senyawa yang berpotensi untuk dikembangkan, hanya sekitar 300 spesies yang telah dimanfaatkan oleh industri obat tradisional sebagai pengobatan. Oleh karena itu, dilaksanakan program pengabdian masyarakat berupa edukasi dan pendampingan terkait inovasi produk olahan TOGA. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah TOGA menjadi produk fungsional yang bermanfaat bagi kesehatan dan memiliki peluang usaha untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat. Program ini dilakukan pada Senin, 15 September 2025 di Padukuhan Nogosari Kelurahan Purwosari, Kulonprogo yang dihadiri oleh 17 orang dari KWT dan Tim HGC. Diperoleh peningkatan pengetahuan sebesar 88,24%. Kemampuan masyarakat dalam mengolah produk TOGA baik, dengan persentase kategori “memahami” pada penanganan bahan baku sebesar 52,94% dan penggunaan alat sebesar 70,58%. Sebanyak 35,29% berada dalam kategori “sangat memahami” proses pengolahan, namun 29,41% masyarakat kurang memahami aspek pengemasan produk. Kegiatan Si Baker berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah TOGA menjadi produk sehat dan bernilai ekonomi.
Copyrights © 2026