Pada tahun 2024, stunting di kabupaten Dompu menempati urutan keempat tertinggi di provinsi Nusa Tenggara Barat yaitu sebesar 10,73%. Kondisi ini menunjukkan bahwa upaya penanggulangan stunting di Kabupaten Dompu perlu ditingkatkan melalui strategi yang lebih efektif dengan berbasis pada potensi lokal yang dimiliki daerah tersebut. Bendungan Mila di desa Rababaka merupakan bendungan terbesar di Kabupaten Dompu yang memiliki potensi ikan air tawar yang melimpah tetapi belum dioptimalkan oleh masyarakat sekitar untuk menekan stunting. Oleh karena itu, tim dosen berkolaborasi dengan BEM Fakultas Rekayasa Sistem (FRS) dan BEM Fakultas Ilmu dan Teknologi Hayati (FITH) Universitas Teknologi Sumbawa melakukan kegiatan pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat desa Rababaka pengolahan ikan air tawar bendungan Mila menjadi produk-produk frozen food (nugget, dimsum, dan abon) danĀ mendesain kemasan produk Serta kegiatan sosialisasi lainya untuk menekan angka stunting dan meningkatkan perekonomian desa tersebut. Metode yang digunakan adalah metode Participatory Rural Appraisal. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kegiatan pelatihan berpengaruh signifikan dan efektif peningkatan pengetahuan 94% dan peningkatan pengembangan sikap 47% peserta setelah mengikuti kegiatan pelatihan. Oleh karena itu, kegiatan ini dapat dikembangkan menjadi usaha kuliner yang mandiri dan berkelanjutan agar dapat dikonsumsi oleh masyarakat luas. Sehingga dapat berdampak pada penekanan angka stunting dan peningkatan perekonomian desa Rababaka.
Copyrights © 2026