Desa Tebedak 2 kecamatan Payaraman Kabupaten Ogan Ilir Sumatera Selatan memiliki potensi pengembangan pangan berbasis kedelai, namun pengetahuan masyarakat mengenai gizi serta keterampilan teknis produksi tempe masih terbatas, sehingga desa belum memiliki produsen tempe lokal. Kondisi ini berimplikasi pada rendahnya pemanfaatan tempe sebagai sumber protein nabati dan hilangnya peluang usaha berbasis pangan fermentasi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai nilai gizi tempe serta melatih keterampilan teknis pembuatan tempe sehat sebagai langkah menuju kemandirian pangan dan pengembangan UMKM desa. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan, demonstrasi proses produksi tempe menggunakan Rhizopus oligosporus, serta praktik mandiri yang diikuti evaluasi melalui pre–test, post–test, dan kuesioner kepuasan. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan sebesar 33,68% dan penilaian sangat baik dari mayoritas responden (39 dari 43 responden menyatakan materi “baik sekali”). Produk tempe hasil praktik menunjukkan warna putih merata, tekstur padat, dan aroma khas fermentasi, menandakan keberhasilan transfer keterampilan. Peserta menilai kegiatan relevan, aplikatif, dan bermanfaat untuk membuka peluang usaha baru. Dukungan perangkat desa menguatkan rencana pembentukan kelompok usaha “Tempe Sehat Tebedak”. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil meningkatkan kapasitas pengetahuan dan keterampilan masyarakat serta memberikan dasar bagi pengembangan ekonomi berbasis pangan lokal.
Copyrights © 2026