Saat ini, dalam bidang olahraga dan kesehatan diyakini bahwa individu yang aktif beraktivitas fisik atau rutin berolahraga memiliki frekuensi denyut jantung yang lebih rendah dibandingkan dengan individu sedenter, baik ketika istirahat maupun ketika beraktivitas fisik. Frekuensi denyut jantung mencerminkan intensitas aktivitas fisik yang dilakukan seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan perbedaan frekuensi denyut jantung pada individu aktif dan individu sedenter ketika melakukan aktivitas fisik anaerobik. Subyek penelitian ini adalah 16 orang laki-laki aktif dan 16 orang laki-laki sedenter berusia 18-24 tahun. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan perlakuan berupa aktivitas fisik anaerobik yaitu push-up, sit-up dan squat secara berurutan serta dilakukan pemantauan frekuensi denyut jantung yang dicatat setiap 10 detik. Hasil menunjukkan bahwa kelompok aktif memiliki frekuensi denyut jantung lebih rendah dibandingkan dengan kelompok sedenter ketika beraktivitas fisik anaerobik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa ketika melakukan aktivitas fisik anaerobik yang sama, bagi individu aktif kenaikan intensitas aktivitas fisik yang terjadi tidak sebesar yang dialami oleh individu sedenter.
Copyrights © 2023