Sampah anorganik merupakan sampah yang tidak mudah terurai secara alami oleh lingkungan dan berasal dari bahan non-hayati. Di Desa Wringinputih pengelolaan sampah masih berfokus pada sampah organik melalui budidaya maggot dan pembuatan kompos. Keterbatasan ini menyebabkan belum adanya sistem sirkular untuk mengelola sampah anorganik. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah sampah anorganik menjadi kreasi kerajinan yang bermanfaat dan memiliki nilai jual. Kegiatan Pengabdian masyarakat dilakukan melalui sosialisasi dan pelatihan pembuatan produk kreasi sampah anorganik, evaluasi, dan tindak lanjut program melalui lomba kreasi eco-friendly. Pengukuran keberhasilan program dilakukan melalui evaluasi awal dan akhir menggunakan instrumen penilaian pengetahuan, keterampilan, dan sikap dengan jumlah 4 butir pernyataan untuk aspek pengetahuan dan keterampilan, serta dua butir pernyataan untuk aspek sikap. Hasil program pengabdian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan peserta pada seluruh aspek. Aspek pengetahuan meningkat dari skor 3,34 menjadi 3,63; aspek keterampilan dari 3,33 menjadi 3,58; dan aspek sikap dari 3,63 menjadi 3,65. Seluruh nilai berada pada kategori “sangat tinggi”, terdapat kecenderungan ceiling effect karena skor awal sudah tinggi. Kegiatan sosialisasi ini juga dinilai efektif untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan pengelolaan limbah di tingkat dusun dengan adanya partisipasi aktif masyarakat saat mengikuti kegiatan pengabdian
Copyrights © 2026