Abstrak Postpartum blues merupakan gangguan emosional sementara yang umum dialami ibu setelah melahirkan. Gejalanya meliputi rasa sedih, mudah tersinggung, cemas, dan tangisan tanpa alasan yang jelas. Kondisi ini dapat memengaruhi kesehatan mental ibu, keberhasilan menyusui, serta ikatan ibu dan bayi. Data WHO menunjukkan 70–80% ibu di dunia mengalami postpartum blues, sedangkan di Indonesia prevalensinya mencapai 57%. Hal ini menegaskan perlunya intervensi efektif yang dapat diterapkan secara sederhana. Salah satu metode non-farmakologis yang potensial adalah terapi tertawa, karena mampu menstimulasi pelepasan endorfin, menekan kadar kortisol, serta memperbaiki suasana hati. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh terapi tertawa terhadap kejadian postpartum blues pada ibu nifas di wilayah kerja Puskesmas Soko. Desain penelitian menggunakan pre-eksperimental dengan one group pre-test and post-test. Sampel berjumlah 16 responden yang dipilih secara random sampling. Instrumen yang digunakan adalah Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS). Hasil menunjukkan sebelum intervensi sebagian besar responden berada pada kategori ringan hingga sedang. Setelah terapi, terjadi penurunan skor EPDS secara signifikan, dengan nilai uji Wilcoxon p = 0,001 (p < 0,05). Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa terapi tertawa efektif menurunkan postpartum blues dan dapat diimplementasikan bidan sebagai intervensi sederhana, murah, serta aman dalam pelayanan kebidanan. Kata kunci : Terapi Tertawa, Postpartum blues, Ibu Nifas
Copyrights © 2026