Pengembangan desain batik mengalami lonjakan yang cukup signifikan. Daya kreatif para pengrajin batik semakin berkembang seiring dengan perkembangan teknologi. Di sisi lain fenomena ini menjadi dua sisi yang saling berseberangan. Desakralisasi karya batik semakin menguat pada beberapa karya inovasi terbaru, sehingga batik dinilai kurang relevan lagi untuk menarasikan nilai-nilai moderasi beragama. Tulisan ini bertujuan untuk menyajikan kontribusi bidang seni rupa sebagai salah satu media penyampai nilai-nilai moderasi beragama yang diwujudkan melalui kreasi ornamen batik. Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data kualitatif. Tahapan analisis data berupa memilah, menginterpretasi, dan menentukan relasi antar kategori data. Sampel penelitian berasal dari batik Rifa’iyah, batik Madura, batik Tulungagung, dan Batik Tuban. Hasil penelitian menunjukan bahwa Moderasi beragama pada batik pesisiran termanifestasikan dalam beberapa wujud. Pertama, berkaitan dengan ornamentasi-simbolik yang terjadi melalui akultutasi dan asimilasi budaya berupa deformasi bentuk motif. Kedua, berkaitan dengan pemaknaan yang mampu merepresentasikan unsur kesatuan bangsa. Ketiga, berkaitan dengan kemampuan para pengrajin dalam meramu strategi estetik ornamentasi dalam mengakomodasi berbagai pengaruh budaya. Keempat, berkaitan dengan eksistensi pengrajin batik dalam mempertahankan corak perbatikan kedaerahannya. Keempat komponen ini bergantung kepada komitmen dari masyarakat pendukungnya. Hasil pembahasan ini diharapkan mampu memberikan perspektif antara seni dan upaya moderasi beragama melalui karya batik tradisi
Copyrights © 2026