Pendahuluan: Masalah utama kependudukan di Indonesia yaitu pertumbuhan penduduk yang tinggi. Dalam rangka menekan laju pertumbuhan penduduk, pemerintah melaksanakan berbagai program pembangunan salah satunya Keluarga Berencana (KB). Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) merupakan usaha pemerintah dalam menekan pertumbuhan penduduk. Pasangan Usia Subur (PUS) dapat menentukan pilihan kontrasepsi sesuai dengan kondisi dan kebutuhannya berdasarkan informasi yang telah dipahami, termasuk keuntungan, kerugian dan faktor yang mempengaruhi metode kontrasepsi.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemilihan MKJP di wilayah kerja Puskesmas Muara Bangkahulu Kota Bengkulu. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif analitik menggunakan desain cross-sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 96 sampel dengan teknik pengambilan sampel accidental sampling. Analisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian didapatkan kondisi kesehatan (p value 0,569) tidak ada hubungan dengan pemilihan MKJP (p value > 0,05) dengan pemilihan alat kontrasepsi jangka panjang di wiliyah kerja Puskesmas Muara Bangkahulu.
Copyrights © 2025