Pendahuluan: Kecemasan pada kehamilan umumnya terjadi pada trimester III kehamilan, dipicu oleh perubahan fisik dan psikologis serta kekhawatiran terkait persalinan dan kesehatan janin. Data kecemasan di Indonesia menunjukkan sebanyak 43,8% sampai 59% ibu hamil primigravida memiliki tingkat kecemasan sedang. Dampak buruk dari kecemasan mengakibatkan kontraksi rahim, peningkatan tekanan darah yang dapat menyebabkan perkembangan preeklamsi pada kehamilan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan faktor (usia, tingkat pendidikan dan tingkat pengetahuan) dengan tingkat kecemasan ibu primigravida ketika menghadapi persalinan di PMB “O” kota Bengkulu. Metode: Jenis penelitian ini adalah observasional dengan desain studi crossectional. Sebanyak 74 ibu primigravida TM 3 yang ikut pemeriksaan antenatal care (ANC) di PMB “O” Kota Bengkulu yang memenuhi kriteria inklusi. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner. Hasil dan Pembahasan: Hasil analisis menunjukkan 23% responden mengalami kecemasan berat dan 30% mengalami kecemasan sedang. Hasil bivariat menunjukkan bahwa ibu primigravida pada usia <20 dan >35 tahun sebanyak 20% memiIiki tingkat kecemasan berat. Pada usia 20-35 tahun sebanyak 46% tidak cemas dan cemas ringan. Hasil uji statistik didapatkan p.value 0,000. Primigravida berpendidikan rendah 11% memiliki tingkat kecemasan berat. Pada tingkat pendidikan tinggi 34% tidak cemas dan cemas ringan, dengan p.value 0,241. Primigravida dengan pengetahuan kurang 8% memiliki tingkat kecemasan yang bera, pengetahuan baik 11% memiliki tingkat kecemasan sedang dan pengetahuan cukup 35% berada di kategori tidak cemas dan cemas ringan, p value sebesar 0,021. Kesimpulan: Sebagai upaya preventif terhadap risiko kecemasan maka pemberian informasi (penyuluhan) kesehatan mengenai kehamilan dan utamakan kepada ibu primigravida, dan dapat dijadikan sebagai acuan dasar bagi instansi kesehatan agar lebih memperhatikan aspek psikologis ibu primigravida.
Copyrights © 2025