Penelitian ini bertujuan mengkaji implikasi kebijakan bahasa nasional terhadap kemampuan menulis surat resmi siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) dalam konteks komunikasi digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus pada salah satu SMP negeri di Kabupaten Cirebon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan bahasa nasional belum berjalan optimal dalam membentuk kompetensi penggunaan ragam bahasa resmi di lingkungan digital. Dominasi praktik komunikasi informal berbasis digital berkontribusi pada rendahnya kemampuan siswa dalam menyusun surat resmi sesuai kaidah kebahasaan. Temuan ini mengungkap adanya kesenjangan antara arah kebijakan bahasa dan praktik pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah. Kontribusi utama penelitian ini terletak pada penegasan pentingnya reorientasi pembelajaran bahasa yang adaptif terhadap konteks digital tanpa mengabaikan standar kebahasaan formal. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan penguatan implementasi kebijakan bahasa nasional melalui integrasi pendekatan kontekstual dan multimodal dalam kurikulum serta praktik pembelajaran Bahasa Indonesia untuk meningkatkan literasi formal siswa secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026