Ayem Tentrem sering diartikan sebagai kebahagiaan. Bagi masyarakat Jawa, Ayem Tentrem dianggap sebagai standar ideal dalam menjalani kehidupannya di segala lingkup. Segala upaya akan dilakukan demi mencapai standar ini, tak terkecuali dalam lingkup keluarga. Kesepakatan seolah dibangun oleh tiap anggota keluarga Jawa untuk sama-sama saling setuju meletakkan Ayem Tentrem sebagai tujuan dalam mengarungi bahtera rumah tangga. Lalu bagaimanakah konsep Ayem Tentrem yang ada pada Keluarga Jawa? Apakah serupa dengan kebahagian yang juga sering menjadi tujuan dalam keluarga? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana konsep Ayem Tentrem dalam keluarga Jawa. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari 2 keluarga Jawa sebagai subjek utama, 2 Significant t Others, 2 Informan dan 1 Informan ahli. Subjek utama dari masing-masing keluarga terdiri dari Ayah, Ibu, dan Anak. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif dengan pendekatan etnografi. Sementara, pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Konsep Ayem Tentrem pada 2 subjek Keluarga Jawa dimaknai sebagai hasil dari keselarasan Tata Titi (penataan) hidup keluarga yang dibuktikan dengan adanya sikap Nrima, hubungan interpersonal yang rukun, dan Migunani Tumraping Liyan (bermanfaat bagi orang lain). Terdapat 3 Aspek yang dikembangkan dalam keluarga Ayem Tentrem pada keluarga subjek, yaitu: Obah Mosik Ing Manah (Ketentraman hati), Obah Mosik Ing Lemah (Ketentraman bumi), dan Obah Mosik Ing Gusti Allah (Keimanan pada Tuhan).
Copyrights © 2023