Penelitian ini bertujuan untuk menggali persepsi Generasi Z mengenai tantangan pembentukan identitas nasional di era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan lima mahasiswa berusia 18-22 tahun yang aktif menggunakan media sosial minimal tiga jam per hari. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan empat tema utama, yaitu identitas nasional dianggap penting namun masih abstrak dalam penerapannya; media sosial menjadi agen pembentuk identitas yang dominan; paparan budaya global memberikan peluang sekaligus tantangan bagi penguatan identitas nasional; serta adanya kebutuhan pengemasan budaya Indonesia agar lebih modern dan sesuai dengan tren digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Generasi Z memiliki kesadaran mengenai identitas nasional, namun internalisasi nilai masih belum stabil akibat adanya kompetisi budaya pada ruang digital. Temuan ini menekankan pentingnya inovasi pendidikan kewarganegaraan dan strategi digital budaya untuk memperkuat identitas nasional di kalangan generasi digital native..
Copyrights © 2025