Balise jalur adalah perangkat elektronik yang ditempatkan di antara dua rel atau di atas bantalan rel pada jalur kereta api untuk berkomunikasi dengan transponder di sarana perkeretaapian, menentukan posisi kereta, dan mengaktifkan fungsi lainnya. Di LRT Jabodebek, digunakan Eurobalise 21 yang harus dipasang dengan presisi sesuai standar untuk beroperasi optimal. Pada pemeriksaan Balise pada LRT Jabodebek terdapat 3 parameter tolak ukur yang diperhatikan yaitu pengukuran ketinggian center Balise dengan top rail, jarak center Balise dengan running rail, dan ketinggian Balise dengan bracket base. Pengukuran saat ini menggunakan alat manual seperti roll meter, meteran, dan mistar, yang rentan terhadap kesalahan. Untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi, saya merancang alat ukur jarak balise menggunakan sensor jarak infrared laser, modul ESP32, dan OLED 0,96 Inch sebagai output, dengan data logger untuk penyimpanan data. Alat ini diuji dengan hasil menunjukkan akurasi 99,66% pada Sensor A untuk jarak balise terhadap bracket base, 99,10% pada Sensor B untuk jarak balise terhadap top rail, dan 99,94% pada Sensor C. Hasil ini membuktikan bahwa alat ukur yang dirancang mampu memberikan pengukuran yang akurat, sehingga diharapkan dapat mempermudah tim perawatan dalam pengukuran dan meningkatkan efisiensi serta akurasi dalam perawatan balise di LRT Jabodebek.
Copyrights © 2025