Penelitian ini berfokus pada perancangan strategi kampanye promosi untuk Rexona di Bandung gunamengatasi masalah bau badan di kalangan mahasiswa. Latar belakang masalah menyoroti mobilitastinggi mahasiswa, yang menyebabkan kurangnya perhatian terhadap kebersihan pribadi danpenggunaan deodoran, berdampak pada kepercayaan diri individu dan kenyamanan lingkungankampus. Meskipun deodoran penting, data menunjukkan banyak mahasiswa tidak menggunakannyasecara rutin dan kurang pemahaman tentang penggunaan yang tepat, yang memicu masalah baubadan dan rendahnya kesadaran merek Rexona akibat promosi yang kurang optimal. Oleh karena itu,kampanye kreatif mempromosikan pesan “Mandilah Dulu, Lalu Rexona” untuk mendidik danmendorong perubahan perilaku di kalangan mahasiswa. Strategi media melibatkan integrasi saluranOut-of-Home seperti YouTube Ads, Spotify Ads, billboard, banner, dan papan iklan di lokasi strategis,serta media digital termasuk Instagram Feeds, Reels, Facebook, dan situs web. Semua saluran inidirancang dengan konten yang menarik secara visual dan relevan untuk meningkatkan kesadaran,keterlibatan, dan pengenalan merek Rexona di kalangan siswa.Kata Kunci: Kampanye Promosi, Rexona, Bau Badan, Mahasiswa, Media Sosial, Kesadaran
Copyrights © 2026