Sri Maharani Budi Haswati
Unknown Affiliation

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

ERANCANGAN ACTIVATION BEAR BRAND “SLEEP LAB: Recharge Your Night, Refresh Your Day” UNTUK MENDORONG BRAND ASSOCIATION DI KOTA BANDUNG Naufal Faris Diya; I Gusti Agung Rangga Lawe; Sri Maharani Budi Haswati
eProceedings of Art & Design Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bear Brand dikenal sebagai susu steril yang selama ini identik dengan pemulihankondisi tubuh saat sakit. Namun, citra tersebut membuat produk ini kurang terasosiasidengan konsumsi rutin dalam konteks gaya hidup sehat, khususnya di kalangan generasiZ. Penelitian ini bertujuan merancang strategi brand activation yang dapat membentukpersepsi baru atau brand association terhadap Bear Brand sebagai bagian dari kebiasaanhidup sehat sehari-hari. Proses penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dankuantitatif melalui penyebaran kuisioner, wawancara dengan pakar branding dan tenagakesehatan, serta analisis SWOT dan model komunikasi AISAS. Temuan menunjukkanbahwa meskipun tingkat kesadaran merek Bear Brand sudah tinggi, mayoritas konsumenmasih memandangnya sebagai produk yang dikonsumsi sesekali. Oleh karena itu,dirancanglah strategi Bear Brand Sleep Lab, yaitu sebuah konsep aktivasi merek yangmenggabungkan pengalaman emosional, edukatif, dan digital untuk menciptakanketerlibatan konsumen yang lebih mendalam. Strategi ini diharapkan mampu membentukasosiasi merek yang lebih relevan dengan gaya hidup sehat dan memperluas persepsikonsumen terhadap Bear Brand.Kata kunci: Brand Activation, Brand Association, Gen Z, Susu
PERANCANGAN IKLAN BRAND COTTONINK “YOUR GO-TO DAILY APPAREL” UNTUK MEMBANGUN BRAND SALIENCE DI KOTA JAKARTA Najwa Tsabita Lubis; I Gusti Agung Rangga Lawe; Sri Maharani Budi Haswati
eProceedings of Art & Design Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fast fashion telah menimbulkan permasalahan, yaitu salah satunya merupakan limbah tekstil, karena haltersebut hadirlah rental fashion yang memiliki tema capsule wardrobe yang merupakan solusi untuk dampak fast fashion. Tema capsule wardrobe mengedepankan fungsi, kualitas, dan berkelanjutan. Perancangan ini bertujuan untuk membuat campaign rental fashion menggunakan brand cottonink agar mencegah dan mengurangi kebiasaan konsumen yang memiliki ketergantungan membeli baju dan cepat merasa bosan. Metode penelitianyang di gunakan merupakan kuesioner, wawancara, observasi, studi pustaka, serta analisis SWOT, AISAS, dan AOI. Media yang di buat merupakan campaign yang mengusung tema capsule wardrobe melalui brand cottonink. Manfaat yang akan diberikan merupakan pengalaman konsumen yang dapat merasakan produk cottonink dan mendukung sustainable fashion dengan menyewa baju. Kata kunci: strategi promosi, rental fashion, capsule wardrobe, fast fashion, berkelanjutan.
PERANCANGAN IKLAN REXONA “SEHABIS MANDI, PEDENYA GA ABIS-ABIS” UNTUK MEMBANGUN BRAND AWARENESS MAHASISWA DI TELKOM UNIVERSITY Muhammad Naufal Kusuma Effendi; Sri Maharani Budi Haswati; Putu Raka Setya Putra
eProceedings of Art & Design Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berfokus pada perancangan strategi kampanye promosi untuk Rexona di Bandung gunamengatasi masalah bau badan di kalangan mahasiswa. Latar belakang masalah menyoroti mobilitastinggi mahasiswa, yang menyebabkan kurangnya perhatian terhadap kebersihan pribadi danpenggunaan deodoran, berdampak pada kepercayaan diri individu dan kenyamanan lingkungankampus. Meskipun deodoran penting, data menunjukkan banyak mahasiswa tidak menggunakannyasecara rutin dan kurang pemahaman tentang penggunaan yang tepat, yang memicu masalah baubadan dan rendahnya kesadaran merek Rexona akibat promosi yang kurang optimal. Oleh karena itu,kampanye kreatif mempromosikan pesan “Mandilah Dulu, Lalu Rexona” untuk mendidik danmendorong perubahan perilaku di kalangan mahasiswa. Strategi media melibatkan integrasi saluranOut-of-Home seperti YouTube Ads, Spotify Ads, billboard, banner, dan papan iklan di lokasi strategis,serta media digital termasuk Instagram Feeds, Reels, Facebook, dan situs web. Semua saluran inidirancang dengan konten yang menarik secara visual dan relevan untuk meningkatkan kesadaran,keterlibatan, dan pengenalan merek Rexona di kalangan siswa.Kata Kunci: Kampanye Promosi, Rexona, Bau Badan, Mahasiswa, Media Sosial, Kesadaran
PERANCANGAN KAMPANYE VISUAL PENCEGAHAN CHILD GROOMING BAGI ORANGTUA DAN REMAJA DI KOTA BANDUNG Zukhziha Daniel; Sri Maharani Budi Haswati; Rahmiati Aulia
eProceedings of Art & Design Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Child grooming merupakan bentuk kekerasan seksual berbasis manipulasiemosional yang marak terjadi di media digital dan menjadi ancaman serius bagi remaja,terutama di Kota Bandung yang memiliki penetrasi internet tinggi namun rendah literasidigital. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan perancangan kampanye visual digital yangkomunikatif dan partisipatif guna meningkatkan kesadaran orangtua dan remaja terhadapbahaya child grooming. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melaluiwawancara dengan ahli, kuesioner terhadap audiens target di Bandung, observasi mediasosial, serta studi literatur. Analisis data dilakukan menggunakan metode SWOT, AOI, danAISAS. Hasil perancangan berupa kampanye Ngerti Bareng dengan media utama berupabooth eksperimen sosial interaktif, serta didukung oleh media sosial seperti Instagram danTikTok. Kampanye ini menekankan komunikasi lintas generasi yang empatik.Kesimpulannya, pendekatan visual partisipatif dalam kampanye sosial efektif untukmeningkatkan pemahaman dan keterlibatan audiens dalam isu perlindungan anak secaradigital.Kata kunci: Perancangan, Child Grooming, Kampanye Digital, Remaja, Orangtua,Bandung, UNICEF.
PERANCANGAN KAMPANYE SPORTIVITAS “SEGARKAN SEMANGAT JUARA” UNTUK PENGUATAN BRAND ASSOCIATION LE MINERALE BERSAMA LIGA 1 INDONESIA DI KOTA BANDUNG Muhammad Rizki Maulana; Gema Ari Prahara; Sri Maharani Budi Haswati
eProceedings of Art & Design Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya antusiasme masyarakat Indonesia terhadap sepak bola, terutamadi Kota Bandung, menempatkan suporter sebagai agen budaya yang turutmembentuk identitas suporter di Indonesia. Fanatisme berlebihan kerap memicutindakan anarkis yang mencederai nilai sportivitas. Penelitian ini merancang strategikomunikasi visual kampanye Le Minerale edisi khusus yang berkolaborasi denganLiga 1 Indonesia, dengan pendekatan nilai sportivitas dan sedikit budaya lokal.Melalui desain botol edisi khusus, merchandise, dan konten digital, kampanye inibertujuan membangun citra positif brand Le Minerale serta mendorong perilakusuportif di kalangan pendukung sepak bola. Perancangan ini diharapkan mampumenciptakan asosiasi brand yang kuat, sekaligus berkontribusi dalam membentukekosistem sepak bola yang lebih sehat dan positif.Kata kunci: brand association, Le Minerale, Liga 1, sportivitas, suporter sepak bola
Typography of Culture-Specific Scripts in Interior Branding: Preliminary Data from Indonesian Consumers in the Case of Ethnic Restaurants Perdana, Aditya Bayu; Sri Maharani Budi Haswati; Hana Faza Surya Rusyda; Togar Mulya Raja
Journal of Visual Art and Design Vol. 17 No. 2 (2025): Journal of Visual Art and Design
Publisher : ITB Journal Publisher, DRPM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/j.vad.2025.17.2.5

Abstract

Anecdotal accounts suggest that Indonesians perceive culture-specific scripts on typographic artefacts in restaurants as a sign of authenticity and quality. This study examined this notion through qualitative literature synthesis followed by a preliminary quantitative survey. The literature synthesis foregrounded comparable cases where typographic attributes and script choice have been found to influence consumer perception, which shows that the phenomenon is not isolated to Indonesia. The preliminary quantitative survey used a simple frequency analysis of four fictional restaurant logotypes (Japanese, Korean, Balinese, and Javanese, respectively) to determine values that Indonesian consumers perceive in culturally authentic typography (prominent use of indigenous, culture-specific scripts). The majority of respondents perceived culturally authentic typography as representing high-value restaurants in terms of price, food quality, and atmosphere. More respondents associated Japanese/Korean typography with high-quality Japanese/Korean restaurants, compared to respondents who associated Balinese/Javanese typography with high-quality Balinese/Javanese restaurants. More respondents related culturally authentic typography with higher prices, followed by better restaurant atmosphere, and better food quality. These findings confirm that Indonesian consumers perceive culture-specific scripts as indicative of higher brand values to some degree. More rigorous research is warranted to validate these results.