Seiring dengan meningkatnya industri kecantikan di Indonesia, maka semakin banyakpula limbah yang dihasilkan, terutama limbah sampah plastik dari kemasan skincaredan kosmetik yang sulit terurai. Permasalahan ini menjadi semakin serius karenarendahnya tingkat kesadaran masyarakat terhadap dampak lingkungan daripenggunaan produk kecantikan sekali pakai. Hal ini menjadi tantangan bagi berbagaipihak, termasuk brand lokal yang memiliki visi berkelanjutan. Sensatia Botanicals,sebagai salah satu brand lokal yang mengusung konsep keberlanjutan, telahmenghadirkan program daur ulang, namun program tersebut dinilai masih kuranginteraktif dan belum sepenuhnya transparan dalam pelaksanaannya. Oleh karena itu,penelitian ini bertujuan untuk merancang kampanye sosial bertajuk “Senshine” yangmengusung konsep upcycle dengan pendekatan kreatif, edukatif, dan partisipatif.Penelitian dilakukan secara kualitatif melalui observasi lapangan, wawancara denganpihak terkait, penyebaran kuesioner, serta analisis SWOT, AOI, dan AISAS (Attention,Interest, Search, Action, Share). Hasil akhir dari perancangan ini berupa kampanyeinteraktif dalam bentuk event workshop upcycle, dilengkapi dengan media sosial dancetak sebagai pendukung komunikasi visual. Strategi komunikasi yang diterapkanbersifat emosional dan informatif, dengan gaya visual minimalis yang sejalan denganidentitas merek. Diharapkan kampanye ini mampu meningkatkan kesadarankonsumen terhadap isu lingkungan, mendorong perubahan perilaku konsumsi, sertamemperkuat positioning Sensatia Botanicals sebagai brand kecantikan alami yangbertanggung jawab secara sosial dan ekologis.Kata Kunci: AISAS, Desain Komunikasi Visual, Kampanye Sosial, Limbah plastic,Perancangan, Sensatia Botanicals, Skincare, Upcycle.
Copyrights © 2026