Industri musik independen di Kota Bandung berkembang pesat dan menjadi bagian penting daribudaya serta gaya hidup masyarakat urban. Dalam ekosistem ini, brand fashion lokal seperti MaternalDisaster memiliki potensi besar untuk memperkuat identitasnya melalui keterlibatan aktif dengankomunitas musik. Meskipun telah dikenal di kalangan pecinta musik underground, Maternal Disastermasih menghadapi tantangan dalam memperluas jangkauan audiens dan meningkatkan brandawareness secara lebih efektif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metodepengumpulan data melalui studi pustaka, observasi, wawancara, dan kuesioner. Data yang diperolehdianalisis menggunakan pendekatan AOI (activity, Opinion, Interest), SWOT (Strengths, Weaknesses,opportunities, Threats), dan AISAS (attention, Interest, Search, action, Share) untuk memahamiperilaku dan preferensi audiens serta posisi brand dalam ekosistem musik independen. Penelitian inibertujuan untuk merancang strategi brand activation berbasis pengalaman melalui interactive exhibition yang dikemas dengan event musik, guna memperkenalkan Unique Selling proposition (USP) Maternal Disaster secara lebih menyeluruh. Dengan mengacu pada konsep Experience Economy dan Customer Engagement, pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan pengalaman emosional yang mendalam, membangun loyalitas audiens, serta memperkuat hubungan antara brand dan komunitas musik. Strategi ini tidak hanya mendukung pertumbuhan brand, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap perkembangan industri kreatif lokal di Bandung. Kata kunci: Industri Musik, Maternal Disaster, Brand activation
Copyrights © 2026