Stres akademik merupakan permasalahan yang semakin menonjol pada siswa sekolah menengah kejuruan dengan tuntutan akademik dan disiplin tinggi. Kondisi ini berpotensi memicu burnout yang berdampak pada kesejahteraan psikologis dan capaian belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pengalaman stres akademik siswa serta mengidentifikasi faktor-faktor pemicu burnout pada siswa SMK Teknologi Penerbangan Indonesia Jambi berdasarkan dimensi kelelahan emosional, depersonalisasi, dan penurunan pencapaian pribadi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi terhadap guru pembina serta siswa kelas X, XI, dan XII yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir seluruh siswa mengalami stres akademik dengan tingkat dan bentuk yang berbeda pada tiap jenjang kelas. Sumber stres utama meliputi beban tugas teori dan praktik yang tinggi, penerapan sistem disiplin semi-militer, tuntutan prestasi dari orang tua dan guru, serta keterbatasan waktu istirahat. Stres akademik tersebut memunculkan gejala burnout berupa kelelahan emosional, sikap menarik diri dan acuh, serta penurunan persepsi terhadap pencapaian akademik. Faktor internal seperti perfeksionisme dan kemampuan regulasi emosi turut memperkuat tingkat stres yang dialami siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa stres akademik pada siswa SMK Teknologi Penerbangan Indonesia Jambi merupakan fenomena multidimensional yang memerlukan strategi pendampingan akademik dan psikologis yang lebih adaptif guna mencegah burnout dan meningkatkan kesejahteraan siswa.
Copyrights © 2026