Wisatawan dan masyarakat di Kawasan Kaldera Tengger (Bromo) seringkali terpaku pada keindahan visual dan narasi cerita rakyat, namun minim pemahaman mengenai proses geologi pembentuk kawasan dan risiko bencana vulkanik yang mengintai. Kondisi ini menciptakan kesenjangan dalam kesiapsiagaan bencana dan kualitas pengalaman wisata. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan menjembatani kesenjangan tersebut dengan mempersiapkan siswa SMAN 1 Tosari sebagai generasi penggerak wisata masa depan, agar memiliki kompetensi literasi kebumian dan mitigasi bencana. Metode pelaksanaan meliputi tiga tahap: (1) Inventarisasi geosite untuk menyusun basis data saintifik; (2) Penyusunan alat bantu edukasi berupa Buku Panduan Lapangan (Geo-tour Handbook) dan Peta Sebaran Geoheritage; serta (3) Sosialisasi dan pelatihan intensif kepada siswa. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman siswa, ditandai dengan kenaikan nilai rata-rata pre-test sebesar 65,2 menjadi 94,4 pada post-test, dengan skor N-Gain sebesar 0,83 (kategori Tinggi). Secara kualitatif, siswa merespons positif penggunaan media visual dalam buku panduan yang membantu mereka memahami proses abstrak vulkanisme. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa integrasi materi sains populer dan mitigasi bencana efektif dalam mencetak kader pemandu wisata yang tidak hanya mampu mempromosikan keindahan alam, tetapi juga mengedukasi wisatawan mengenai sejarah bumi dan keselamatan di kawasan rawan bencana.
Copyrights © 2026