Stres terkait pekerjaan sering menjadi penyebab tingginya tingkat turnover dan meningkatnya tingkat burnout di antara perawat. Kurangnya keterampilan kepemimpinan atau pelatihan cenderung membuat manajer keperawatan yang tidak siap dan tidak berpengalaman, sehingga menimbulkan stress dan merasa tidak nyaman pada posisinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh manajemen stress terhadap motivasi kerja dan turnover intention untuk manajer keperawatan. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Populasi penelitian ini seluruh manajer keperawatan di RSUD KRT Setjonegoro Wonosobo pada bulan September 2023 sejumlah 33 responden. Teknik sampling yang digunakan pada penelitian ini adalah sampel jenuh yaitu dengan mengambil semua populasi penelitian. Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisi bivariat dengan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh manajemen stress terhadap motivasi kerja pada manajer keperawatan di RSUD KRT. Setjonegoro Wonosobo. Ada pengaruh manajemen stress terhadap niat berpindah tempat kerja (turnover intention) pada manajer keperawatan di RSUD KRT. Setjonegoro Wonosobo. Ada pengaruh motivasi kerja terhadap niat berpindah tempat kerja (turnover intention) pada manajer keperawatan di RSUD KRT. Setjonegoro Wonosobo. Pengaruh manajemen stress terhadap turnover intention pada manajer keperawatan di RSUD KRT. Setjonegoro Wonosobo merupakan pengaruh langsung. Hendaknya dapat memberikan pelatihan kepada manajer dan perawat di RSUD KRT. Setjonegoro Wonosobo mengenai manajemen stress, sehingga mampu mengelola stress kerja secara positif.
Copyrights © 2024