Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh social comparison dan kebersyukuran terhadap subjective well-being pada siswa kelas IX SMP Negeri 2 Ceper pengguna Instagram. Penelitian melibatkan 150 siswa berusia 14–15 tahun dengan teknik purposive sampling, menggunakan Skala Social Comparison, Skala Subjective Well-Being, dan Skala Kebersyukuran. Hasil analisis menunjukkan bahwa kedua variabel secara simultan berpengaruh signifikan terhadap subjective well-being (F = 119,226; p = 0,000; R² = 0,619). Secara parsial, social comparison berhubungan negatif signifikan (-0,472; p = 0,000), artinya semakin sering siswa membandingkan diri di media sosial, semakin rendah tingkat subjective well-being. Sedangkan kebersyukuran berhubungan positif signifikan (0,067; p = 0,002), yang berarti semakin tinggi tingkat kebersyukuran siswa maka semakin tinggi subjective well-being. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan subjective well-being siswa dapat didukung melalui penguatan regulasi emosi, penerimaan diri, dan penggunaan media sosial yang adaptif. Sekolah berperan penting dalam menciptakan lingkungan yang suportif melalui layanan bimbingan dan konseling serta kebijakan yang menyeimbangkan tuntutan akademik dan subjective well-being siswa.
Copyrights © 2026