Perkembangan media sosial mendorong seseorang untuk membangun representasi diri yang telah diseleksi secara sempurna di ruang digital. Dalam hal ini, munculnya fenomena second accound sebagai ruang alternatif bagi seseorang mengekspresikan sisi diri yang yang lebih pribadi dan asli. Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji fenomena second account dengan menggunakan teori dramaturgi dari Erving Goffman terutama konsep front stage, back stage, dan manusia sebagai aktor sosial. Metode yang diterapkan adalah wawancara dan analisis konseptual terhadap perilaku pengguna media sosial. Temuan penelitian ini diharapkan mampu menegaskan pentingnya teori dramaturgi dalam memahami perubahan identitas manusia di zaman digital.
Copyrights © 2026