Imajinasi sosial memungkinkan individu dan peneliti melihat bahwa apa yang dilihat sebagai permasalah pribadi sesungguhnya merupakan wujud dari proses sosial yang bersifat bersama dan struktural. Imajinasi sosial merupakan konsep penting dalam analisis sosiologi yang digunakan sebagai struktur yang dalam untuk melihat keterkaitannya antara pengalaman individu dan struktur sosial dalam tingkatan yang lebih luas. Melalui pendekatan ini, adanya Warung Madura tidak boleh dilihat semata-mata sebagai hasil keputusan pribadi pemilik usaha warung, tetapi harus dilihat sebagai bagian dari perubahan struktur sosial dan ekonomi. Warung Madura menjadi bentuk usaha mikro tidak hanya berperan dalam terpenuhinya kebutuhan ekonomi, melainkan juga memiliki fungsi sosial yang tinggi dalam kehidupan masyarakat sekitar. Pembahasan Artikel merujuk untuk mengkaji pengalaman pemilik Warung Madura dengan memanfaatkan perspektif imajinasi sosial oleh C. Wright Mills, yaitu suatu kemampuan yang dalam untuk menghubungkan permasalahan individu dengan teratur dan yang lebih luas. Pendekatan yang penelitian ini gunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode wawancara terhadap dua pemilik Warung Madura sebagai sumber data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keputusan untuk membuka warung sebagai sumber tambahan pendapatan, kasbon, kekurangan modal, serta lamanya jam kerja tidak bisa dimengerti sebagai masalah individu semata, melainkan sangat berkaitan dengan kondisi ekonomi masyarakat di sekitarnya. Selain itu juga, Warung Madura berfungsi sebagai ruang yang memperlihatkan hubungan masyarakat dan timbal balik/feedback antara kebutuhan individu dan sosial masyarakat. Oleh karena itu, Warung Madura dapat dilihat sebagai sarana penerapan imajinasi sosial dalam kehidupan sehari-hari.
Copyrights © 2026