Pola hubungan sosial di masyarakat lokal pada umumnya berkembang dari ikatan emosional yang kuat, hubungan kekeluargaan, serta kebiasaan hidup berdampingan dalam kehidupan sehari-hari. Namun, perkembangan zaman, masuknya pekerjaan formal, serta program bantuan pemerintah mulai memengaruhi pola interaksi sosial masyarakat. Kondisi ini menunjukkan adanya perubahan hubungan sosial yang dapat dipahami melalui konsep Gemeinschaft dan Gesellschaft. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan perubahan hubungan sosial masyarakat lokal berdasarkan kedua konsep tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara dengan masyarakat desa sebagai informan penelitian. Analisis data dilakukan dengan mengaitkan hasil wawancara dengan konsep Gemeinschaft dan Gesellschaft untuk memahami pola hubungan sosial yang terjadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai kebersamaan dan kekeluargaan masih kuat dalam kehidupan masyarakat lokal. Namun, kehadiran pekerjaan formal dan program bantuan menyebabkan berkurangnya intensitas interaksi sosial. Hal ini menunjukkan bahwa unsur Gemeinschaft dan Gesellschaft hadir secara bersamaan dalam kehidupan masyarakat lokal. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman mengenai dinamika perubahan hubungan sosial di masyarakat.
Copyrights © 2026