Hubungan antarpribadi terbentuk melalui interaksi sosial yang melibatkan proses saling memberi dan menerima manfaat di antara individu. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pola pertukaran sosial antara individu yang memiliki kepribadian introvert dan ekstrovert berdasarkan Teori Pertukaran Sosial. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dan desain deskriptif komparatif. Data diperoleh melalui kuesioner yang menggunakan skala Likert 1–5 untuk mengukur tingkat interaksi, bentuk kontribusi, manfaat yang dirasakan, dan respons terhadap ketidakseimbangan dalam hubungan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kedua kelompok, introvert dan ekstrovert, menganggap keseimbangan kontribusi sebagai hal yang penting dalam hubungan interpersonal. Namun, individu introvert lebih cepat merasa lelah secara emosional ketika keseimbangan hubungan terganggu, dan cenderung membatasi interaksi. Sebaliknya, individu ekstrovert memiliki toleransi yang lebih tinggi terhadap ketidakseimbangan selama komunikasi masih dilangsungkan, serta ada kemungkinan untuk memperbaiki hubungan. Hasil ini mengindikasikan bahwa perbedaan kepribadian mempengaruhi cara individu mengevaluasi dan bereaksi terhadap dinamika pertukaran sosial dalam hubungan interpersonal.
Copyrights © 2026