Sosialisasi merupakan proses interaksi sosial berkelanjutan yang bertujuan agar individu menginternalisasi cara berpikir, bertingkah laku, serta sistem nilai dan norma dalam masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana seorang Ibu Rumah Tangga melakukan penyesuaian peran dan nilai saat anak-anaknya memasuki usia dewasa 20 dan 15 tahun. Melalui proses ini, individu dibentuk menjadi pribadi yang utuh dan mampu berperan serta sebagai anggota yang diterima dalam lingkungan masyarakatnya. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam yang mencakup aspek agen sosialisasi, internalisasi nilai, hingga pengelolaan konflik peran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun sosialisasi primer terjadi di keluarga, subjek tetap mengalami proses belajar berkelanjutan dari lingkungan luar untuk mengelola emosi dan mengadaptasi aturan tak tertulis di lingkungan baru. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa tanggung jawab terberat yang dijalankan subjek bergeser dari pengasuhan fisik menjadi pendampingan emosional seiring berubahnya harapan orang lain terhadap perannya. Penyesuaian ini merupakan bagian mendasar agar manusia dapat terus belajar untuk hidup dan berfungsi sebagai anggota masyarakat yang berbudaya di tengah perubahan zaman. Pelajaran terpenting yang ditemukan adalah kemampuan beradaptasi dengan perbedaan nilai antara keluarga dan lingkungan pertemanan atau kerja guna mencapai kenyamanan dalam hidup bersama orang banyak.
Copyrights © 2026