Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pengasuh di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Kota Bogor dalam membentuk perilaku sopan anak melalui pembiasaan empat kata ajaib, yaitu tolong, maaf, terima kasih, dan permisi pada anak usia sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari 6 orang pengasuh dan 30 anak usia sekolah dasar yang tinggal di lingkungan LKSA. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terstruktur, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengasuh memiliki peran penting sebagai pembimbing, teladan, dan pengawas dalam menanamkan perilaku sopan melalui pembiasaan empat kata ajaib dalam kehidupan sehari-hari anak. Bentuk pembiasaan dilakukan melalui pemberian contoh langsung, penguatan positif, pengulangan, serta penerapan aturan yang konsisten. Dampak dari pembiasaan tersebut terlihat pada meningkatnya perilaku sopan santun anak, seperti kemampuan berkomunikasi yang lebih baik, menghargai orang lain, serta menunjukkan sikap empati dalam interaksi sosial. Namun demikian, terdapat beberapa hambatan dalam pelaksanaannya, antara lain latar belakang anak yang beragam, kurangnya konsistensi dalam pengawasan, serta pengaruh lingkungan luar. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama yang berkelanjutan antara pengasuh, lembaga, dan lingkungan sekitar untuk mengoptimalkan pembentukan karakter sopan pada anak.
Copyrights © 2026