Hipertensi merupakan kondisi peningkatan tekanan darah sistolik ≥130 mmHg dan diastolik ≥80 mmHg yang ditetapkan melalui dua kali pengukuran pada waktu berbeda. Penatalaksanaan hipertensi tidak hanya secara farmakologis, tetapi juga dapat dilakukan melalui intervensi nonfarmakologis seperti Buerger Allen Exercise (BAE), yaitu latihan untuk meningkatkan perfusi perifer melalui kombinasi elevasi dan gerakan ekstremitas bawah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh Buerger Allen Exercise terhadap penurunan tekanan darah pada lansia di Balai Pelayanan Sosial Tresna Werdha Unit Budi Luhur Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan true experimental design dengan pendekatan randomized pretest–posttest control group design. Populasi berjumlah 30 lansia dengan hipertensi usia ≥60 tahun. Teknik pengambilan sampel menggunakan quota sampling yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Sampel dibagi menjadi 15 kelompok intervensi dan 15 kelompok kontrol. Instrumen penelitian meliputi tensimeter digital OneMed yang telah dikalibrasi, lembar observasi, timbangan berat badan, alat ukur tinggi badan (microtoise), dan lembar informed consent. Analisis data menggunakan uji Mann–Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok intervensi terjadi penurunan rata-rata tekanan darah sistolik pagi dari 146,33 mmHg menjadi 140,67 mmHg dan sore dari 145,67 mmHg menjadi 142 mmHg. Uji Mann–Whitney menunjukkan p-value 0,000 (<0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa Buerger Allen Exercise berpengaruh signifikan terhadap penurunan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi. Intervensi ini dapat direkomendasikan sebagai terapi pendamping nonfarmakologis dalam pengelolaan hipertensi.
Copyrights © 2026