Pendahuluan: Seiring bertambahnya jumlah lansia di Indonesia, kebutuhan akan cargiver untuk memberikan perawatan jangka panjang semakin besar. Caregiver mungkin mengalami kesulitan fisik, psikologis, sosial, dan finansial yang dapat menyebabkan stres dan berdampak negatif pada kualitas perawatan lansia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat stres caregiver dalam merawat lansia Metode: Penelitian kuantitatif deskriptif menggunakan analisis cross-sectional. Pengambilan purposive sampling digunakan untuk memilih sampel sebanyak 64 pengasuh lansia. Skala Stres yang Dirasakan-10 (PSS-10) adalah instrumen yang digunakan dalam penelitian ini. Analisis data dilakukan secara univariat. Hasil: Berdasarkan penelitian terhadap 64 caregiver lansia di Poli Geriatri RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau, mayoritas caregiver berusia remaja akhir (29,7%), berjenis kelamin seimbang (50,0%), berperan sebagai anak kandung (62,5%), berpendidikan SMA (45,3%), berpenghasilan di bawah UMR (42,2%), serta sebagian besar mengalami stres sedang (65,6%), diikuti stres sangat berat (18,1%) dan stres ringan (16,1%) Kesimpulan: Caregiver lansia di Poli Geriatri RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau memiliki karakteristik yang beragam dan sebagian besar mengalami tingkat stres sedang, sehingga diperlukan dukungan tenaga kesehatan dalam pengelolaan stres caregiver. Saran: Penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi pengembangan ilmu keperawatan, menjadi bahan pertimbangan bagi rumah sakit, membantu caregiver memahami stres yang dialami, serta menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya.
Copyrights © 2026