Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Terapi Kelompok Terapeutik Meningkatkan Perkembangan Psikososial pada Remaja di Wilayah Pesisir Jumaini, Jumaini; Elita, Veny; Sari, Tesha Hestyana; Sari, Niken Yuniar; Octaviany, Deby
Jurnal Keperawatan Profesional (KEPO) Vol. 5 No. 2 (2024): Volume 5 Nomor 2 November 2024
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36590/kepo.v5i2.1221

Abstract

Kondisi sehat fisik dan mental serta pemahaman terhadap tugas perkembangan pada remaja menjadi hal yang sangat penting, karena akan menentukan kualitas remaja sebagai generasi penerus bangsa di masa yang akan datang. Pencapaian perkembangan psikososial pada remaja untuk mencapai pembentukan identitas diri salah satunya dengan pemberian terapi kelompok terapeutik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh pemberian terapi kelompok terapeutik terhadap perkembangan psikososial pada remaja di wilayah pesisir. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain Quasi experimental pre-post-test with control group dengan intervensi Terapi Kelompok Terapeutik (TKT) sebanyak 7 sesi. Pre-test dilakukan sebelum intervensi dan post-test setelah intervensi. Sampel diambil menggunakan purposive sampling sebanyak 59 orang remaja, yang terdiri dari 30 orang pada kelompok intervensi dan 29 orang pada kelompok kontrol. Analisa data menggunakan uji distribusi frekuensi dan uji independent t-test (Pooled t-test). Hasil penelitian menunjukkan terapi kelompok terapeutik berpengaruh terhadap perkembangan psikososial pada remaja di wilayah pesisir (p-value=0,00<0,05). Diharapkan remaja untuk terus melakukan stimulasi perkembangan psikososial pada dirinya sendiri sehingga tercapai tugas perkembangan diri yaitu terbentuknya identitas diri secara optimal.
Hubungan Self Esteem dengan Self Disclosure pada Mahasiswa Pengguna Second Account Instagram Salsa, Avira Berlianna; Jumaini, Jumaini; Sari, Tesha Hestyana
Indonesian Research Journal on Education Vol. 4 No. 4 (2024): irje 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v4i4.1440

Abstract

Penggunaan second account Instagram berdampak pada peningkatan kepercayaan diri dan bisa dengan bebas melakukan self disclosure. Self esteem disebut sebagai salah satu faktor yang bisa mempengaruhi self disclosure. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan self esteem dengan self disclosure pada mahasiswa pengguna second account Instagram. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan desain deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan kepada 96 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Sampel pada penelitian ini diambil menggunakan teknik proportional random sampling. Kuesioner yang digunakan yaitu Coopersmith Self Esteem Inventory (CSEI) oleh Coopersmith (1967) dan Revised Self Disclosure Scale (RSDS) oleh Wheelees (1976). Analisis bivariat menggunakan uji chi square. Berdasarkan 96 responden sebagian besar berada pada usia 22 tahun sebanyak 28 responden (29,2%) dan mayoritas responden dengan jenis kelamin perempuan sebanyak 82 responden (85,4%). Tingkat self esteem paling banyak pada kategori tinggi yaitu 36 responden (37,5%) dan tingkat self disclosure paling banyak pada kategori sedang yaitu 36 responden (37,5%). Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara self esteem dengan self disclosure pada mahasiswa pengguna second account Instagram dengan p value (0,006) < α (0,05).  Semakin tinggi self esteem seseorang maka semakin tinggi pula self disclosurenya melalui second account Instagram. Perlunya seorang individu untuk meningkatkan self esteem agar semakin percaya diri ketika melakukan self disclosure.
Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Tingkat Stres pada Remaja Nurliza, Ardillah; Sari, Niken Yuniar; Karim, Darwin; Sari, Tesha Hestyana
Jurnal Keperawatan Widya Gantari Indonesia Vol 8 No 2 (2024): JURNAL KEPERAWATAN WIDYA GANTARI INDONESIA (JKWGI)
Publisher : Nursing Department, Faculty of Health, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52020/jkwgi.v8i2.8737

Abstract

Adolescence is a period in a person's life where they develop psychologically to find their identity. Teenagers who are vulnerable to experiencing various mental changes such as stress problems need guidance that includes certain parenting styles. A cross-sectional correlational descriptive design was used in this study. The research was conducted at SMAN 8 Pekanbaru with a population of 1,017 students at SMAN 8 Pekanbaru. The sample for this research was 287 respondents using purposive sampling technique. The Parental Authority Questionnaire (PAQ) questionnaire for parenting styles and the Depression Anxiety and Stress Scales Questionnaire (DASS 21) to assess stress levels in adolescents. This research uses univariate analysis, and bivariate analysis uses the chi square test. The results showed that the majority of respondents were female, 173 people (60.3%), the majority of respondents were 16 years old, 136 people (47.4%), and the majority of respondents were first-born children, 115 people (40.1%) . The majority of respondents in the study had a democratic parenting style and experienced normal levels of stress, 111 people (66.1%). Statistical tests show that there is a substantial relationship between parenting methods and stress levels in adolescents with p value (0.000) < alpha (0.05). Thus, it may be said that parenting styles have a significant relationship with stress levels in adolescents. Based on the findings of this study, more prevention and treatment options can be determined by implementing interventions to reduce stress in adolescents, especially due to parenting styles.