Penelitian ini melakukan studi komparatif terhadap sistem pendidikan Indonesia dan Mesir, dua negara Muslim mayoritas dengan tantangan pendidikan yang serupa namun strategi reformasi yang berbeda. Tujuan penelitian adalah membandingkan struktur dan jenjang pendidikan, mengidentifikasi kesamaan serta perbedaan tantangan utama, dan merumuskan pelajaran lintas negara yang dapat diadopsi kedua negara. Penelitian ini menggunakan desain studi komparatif kualitatif berbasis analisis dokumen dan tinjauan literatur sistematis terhadap sumber primer dan sekunder periode 2023–2026, termasuk undang-undang pendidikan, rencana strategis sektor pendidikan Mesir, Kurikulum Merdeka Indonesia, dan laporan UNESCO serta World Bank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia menerapkan pendekatan desentralisasi dengan Kurikulum Merdeka yang menekankan otonomi guru dan pembelajaran berbasis proyek, sementara Mesir menggunakan model sentralisasi melalui Education 2.0 dan Egyptian Baccalaureate yang akan diterapkan penuh mulai tahun 2026 dengan fokus pada kompetensi, kreativitas, dan transformasi penilaian. Kedua negara menghadapi tantangan bersama seperti rendahnya kualitas hasil belajar (PISA Indonesia 2022: matematika 366, membaca 359) dan kesenjangan akses digital, meskipun penyebabnya berbeda. Reformasi digital menjadi pilar utama di kedua negara, dengan platform Merdeka Mengajar di Indonesia dan perluasan smart classroom di Mesir. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kedua negara memiliki peluang besar untuk saling belajar. Indonesia dapat mengadopsi keberhasilan Mesir dalam transformasi digital secara masif, sementara Mesir dapat memetik pengalaman Indonesia dalam pemberdayaan guru secara bottom-up. Kerja sama bilateral di bidang pendidikan direkomendasikan untuk memperkuat reformasi periode 2025–2027.
Copyrights © 2026