Globalisasi membawa dampak besar terhadap budaya lokal di Indonesia, baik sebagai peluang maupun ancaman. Namun, penggunaan perspektif global dalam kajian budaya sering tidak tepat karena cenderung bersifat universal dan mengabaikan konteks lokal. Penelitian ini bertujuan mengkaji hakikat perspektif global, mengidentifikasi pola pemahaman yang tepat, serta merumuskan kerangka analitik baru berbasis konteks Indonesia. Metode yang digunakan adalah systematic literature review (SLR) dengan pendekatan PRISMA terhadap 20 artikel jurnal nasional dan internasional tahun 2020–2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perspektif global yang tepat bersifat kontekstual, dialogis, dan reflektif serta mengakui masyarakat lokal sebagai aktor aktif. Kebaruan penelitian ini terletak pada perumusan lima prinsip analitik: ketepatan kontekstual, agensi kultural, orientasi kearifan lokal, pendekatan dialektis, dan tanggung jawab etis. Implikasi penelitian ini memberikan arah operasional bagi pendidikan multikultural dan kebijakan budaya berbasis kearifan lokal.
Copyrights © 2026