Pada kondisi pandemi pendidik perlu untuk membandingkan antara dua metode pembelajaran yang sesuai pada kondisi pandemi yaitu pemelajaran tatap muka dan pembelajaran dalam jaringan dalam aspek motivasi belajar, kemandirian belajar dan kemampuan belajar kolaboratif. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif yaitu metode yang memiliki pendekatan data numerik dan analisis statistik. Metode pengumpulan data penelitian menggunakan kuesioner yang dilakukan secara tatap muka di dalam kelas. Responden yang digunakan untuk pengambilan kuesioner berjumlah 85 siswa jurusan rekayasa perangkat lunak SMKN 6 Malang. Penelitian ini menggunakan uji korelasi untuk dapat membuktikan hipotesis. Hasil penelitian membuktikan bahwa (1) pada metode pembelajaran tatap muka hasil yang didapatkan dalam aspek motivasi belajar, kemandirian belajar dan belajar kolaboratif menunjukkan hasil nilai signifikansi yaitu mendapatkan pengaruh sebesar 74.1% dari peserta didik. (2) pada metode pembelajaran daring menunjukkan hasil nilai signifikansi yaitu mendapatkan pengaruh sebesar 58.5% dari peserta didik. (3) mengacu dari data penelitian antara pemelajaran tatap muka dan daring dapat disimpulkan metode pembelajaran tatap muka lebih efektif dibandingkan dengan metode pembelajaran daring.
Copyrights © 2026