Anak tunagrahita memiliki hambatan dalam fungsi intelektual dan perilaku adaptif yang berdampak pada sulitnya memahami konsep ibadah yang bersifat abstrak serta menghafal tata urutan gerakan maupun bacaan salat secara mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam mengenai strategi pembelajaran PAI dalam menanamkan kemandirian ibadah salat bagi siswa tunagrahita di SLB Negeri Purbalingga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Subjek penelitian melibatkan kepala sekolah, guru PAI, siswa tunagrahita kelas IX C dan IX C1, serta orang tua siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis melalui tiga tahapan, yaitu reduksi data, display data dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran PAI yang diterapkan mampu memberikan dampak positif terhadap kemandirian ibadah salat siswa. Strategi pembelajaran yang digunakan meliputi strategi pembelajaran. Strategi pembelajaran yang digunakan meliputi strategi pembelajaran langsung dengan pendekatan klasikal yang dimodifikasi dengan metode ceramah dan metode demonstrasi serta strategi pembelajaran pengamatan melalui pengalaman dengan pendekatan klasikal yang dimodifikasi dengan metode simulasi. Implikasi diterapkannya strategi pembelajaran pada anak tunagrahita membuktikan bahwa strategi pembelajaran PAI di SLB Negeri Purbalingga mampu meningkatkan kemandirian siswa yang ditandai dengan inisiatif memakai perlengkapan salat, kemampuan mengikuti rangkaian salat berjamaah dengan serta inisiatif merapikan perlengkapan salat selesai.
Copyrights © 2026