Artikel ini membahas peran camilan tradisional, khususnya Arumanis Haji Ardi, dalam mempertahankan kearifan lokal di tengah arus globalisasi. Globalisasi telah membawa perubahan signifikan dalam pola konsumsi masyarakat, terutama meningkatnya minat terhadap makanan cepat saji yang berpotensi menggeser keberadaan makanan tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi Arumanis Haji Ardi dalam mempertahankan eksistensi sekaligus melestarikan nilai budaya lokal. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif dengan menelaah strategi pemasaran, inovasi produk, dan peran sosial budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Arumanis Haji Ardi mampu bertahan melalui pemanfaatan media sosial dan e-commerce, inovasi rasa dan kemasan, serta konsistensi dalam menjaga kualitas produk. Selain itu, produk ini juga berperan dalam memperkuat identitas budaya, melestarikan tradisi kuliner, dan membuka peluang ekonomi lokal. Dengan demikian, camilan tradisional tidak hanya berfungsi sebagai produk konsumsi, tetapi juga sebagai sarana pelestarian budaya yang relevan di era modern.
Copyrights © 2024