Penelitian ini mengkaji kemunduran Dinasti Abbasiyah pada periode 850–1258 M melalui perspektif pemikiran Ibnu Khaldun, khususnya konsep ‘asabiyyah sebagai fondasi solidaritas sosial dan politik. Dengan menggunakan metode analisis pemikiran yang dipadukan dengan pendekatan historis, penelitian ini menelaah Al-Muqaddimah sebagai sumber primer teoritis dan Tārīkh al-Ṭabarī sebagai sumber primer historis, serta didukung oleh kajian sejarawan modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemewahan elit, konflik politik internal, dominasi militer, krisis legitimasi khalifah, serta keruntuhan moral dan ekonomi secara bertahap melemahkan ‘asabiyyah dalam tubuh Abbasiyah. Melemahnya solidaritas sosial tersebut menyebabkan rapuhnya struktur kekuasaan, sehingga serangan Mongol pada 1258 M menjadi faktor pemercepat kehancuran kekhalifahan. Temuan ini menegaskan relevansi pemikiran Ibnu Khaldun dalam memahami dinamika kemunduran peradaban Islam.
Copyrights © 2026